Senin, 22 Juli 2019

Minggu, 17 Februari 2013

Cara Membuat EM 4 dari tumbuhan



Bahan-bahan
1)      Sampah sayur, terutama kacang-kacangan
2)      Kulit buah-buahan (pepaya, pisang, rambutan, mangga, dsb)
3)      Bekatul secukupnya
4)      Gula merah, sedikit saja
5)      Air beras, secukupnya


Cara membuat :
1)      Sampah sayur, kulit buah-buahan dan bekatul dicampurkan. Tempatkan misalnya didalam sebuah ember atau penampung yang lain. Tutup, sambil kadang-kadang diaduk, biarkan selama 1 minggu sampai membusuk sehingga menjadi EM-1. EM singkatan dari Effective Microorganism, yaitu jasad renik “ ganas” yang akan mempercepat proses pengomposan. Ditenggarai dengan angka 1 karena inilah cairan mikroorganisme yang terbentuk setelah mengalami dekomposisi selama sati minggu.
2)      Cairan EM-1 dicampur dengan sampah sayur dan kulit buah-buahan. Kemudian didiamkan lagi selama satu minggu. Cairan baru yang terbentuk disebut dengan EM-2.
3)      Cairan EM-2 dicampurkan dengan bekatul, gula merah dan air beras. Dan didiamkn lagi selama 1 minggu sehingga menjadi EM-3.
4)      Diamkan lagi selama 1 minggu tanpa menambahkan apa-apa. Cairan itu telah menjadi EM-4.





Lihat Juga : 

Cara Membuat Pupuk Kompos



CARA MEMBUAT KOMPOS :

1.      Cara Terbuka/ Aerobik
ü  Cara ini membutuhkan oksigen
ü  Tempat pengomposan diberi atap agar terlindung dari sinar matahari dan hujan, serta berdrainase baik.
ü  Menyiapkan bak pengomposan, dapat di buat dari apa saja asal jangan logam. Bak dibuat agar oksigen dapat masuk dan air tidak tergenang. Bak dapat dibuat dari kayu dengan dinding belahan bambu. Bak berukuran panjang 150 cm, lebar 100 cm, dan tinggi 100 cm.
ü  Menyiapkan cerobong pipa untuk memberi kesempatan oksigen dapat tetap masuk kebagian tengah kompos, dibuat dari paralon 4 inch panjang 150 cm yang telah di lubangi ukuran kecil dan banyak
ü  Menyiapkan alat panggung tinggi 10 cm untuk alas bak pengomposan
ü  Menyiapkan tutup kompos terbuat dari anyaman bambu
ü  Siapkan limbah yang akan di komposkan, atur agar perbandingan karbon dan nitrogen antara 25:1 hingga 30:1
ü  Bahan di potong-potong berukuran 1-7,5 cm,
ü  Letakkan bak kompos di atas alat panggung, kemudian masukkan bahan-bahan hingga memenuhi ½ tinggi bak kompos
ü  Letakkan cerobong hawa pada posisi tidur atau berdiri
ü  Setiap ketebalan tumpukan 30 cm siram dengan air yang sudah mengandung MOL
ü  Kelembaban bahan diatur agar sesuai, yaitu bahan dapat dikepal pada saat digenggam
ü  Cek suhu tumpukan bahan dengan termometer, jika suhu <45 span="">C maka bahan perlu di siram air lagi, jika suhu > 65C maka bahan perlu dibolak balik.
ü  Biarkan proses pengomposan berlangsung

2.      Cara Tertutup/ Anaerobik
ü  Cacah tau potong bahan menjadi ukuran kecil (2-3 cm)
ü  Campur sampah cokelat (1 bagian) dan sampah hijau (2 bagian)
ü  Ratakan sampah sebelum diberi MOL/ pasukan mikroba
ü  Sirami sampah dengan MOL secara merata
ü  Aduk sampah agar mol teraduk merata, siram terus sampai kondisi sampah saat di genggam dapat mengepal tetapi tidak mengeluarkan tetes air
ü  Masukkan sampah kedalam karung atau siapkan penutup sampah menggunakan terpal
ü  Tutup karung yang telah berisi sampah, atau tutup gundukan sampah dengan terpal
ü  Letakkan karung di lokasi yang ternaung dan tidak kehujanan
ü  Proses pengomposan akan berjalan

Lihat juga:


Rabu, 13 Februari 2013

CARA MEMBUAT PUPUK KANDANG

Alhamdulillah setelah sekian lama akhirnya saya mulai berbagi ilmu kepada anda semua...petani petani hebat Indonesia... Kali ini saya akan berbagi ilmu yang sepele tetapi banyak orang yang tidak tau....yaa membuat pupuk Kandang... Membuat pupuk kandang ada dua cara yaitu cara terbuka dan cara tertutup...baiklah akan segera saya ungkapkan masing masing cara tersebut.... Pertama, Cara Terbuka Cara ini menghasilkan bau yang tidak sedap, caranya Kotoran disebar/ ditimbun di atas permukaan tanah dan dijemur 2-3 hari, penjemuran bisa dilakukan di atas pasir. Stelah itu Pindahkan ke tempat beratap dan biarkan selama 2 minggu. Tempat lebih tinggi agar tidak tergenang air dan tidak di beri dinding agar sirkulasi udara baik. Jika pupuk kandang sudah tidak berbau, remah, dingin, maka siap digunakan untuk dikemas.lalu silahkan gunakan... Kedua, Cara Tertutup Cara ini tidak menimbulkan bau , yaitu Buat lubang, dinding di lapisi plastik untuk menghindari rembesan air, alas lubang di biarkan dalam bentuk tanah dan jangan disemen agar air kotoran bisa merembes. Setelah itu Masukkan kotoran dalam lubang, jangan terlalu penuh, lalu Tebarkan kapur tohor halus secara merata dan Timbun dengan tanah. Selanjutnya Buat parit kecil di sekeliling timbunan agar tidak terjadi genangan air dan Biarkan 2-3 bulan hingga pupuk kandang matang... setelah matang bongkar dan siap digunakan atau dijual... Nah demikian caranya para petani hebat... Sekarang silahkan dicoba...kalo kurang jelas telpon aja... ke ustadz hery nomornya ada di kanan atas yaa....atau masuk aja di facebook heryromadan@gmail.com...selamat mencoba.............

Rabu, 24 Desember 2008

Banjir itu menimpa Kami Lagi...






Tanggal 23 Desember 2008 pada jam 01.00 dini hari...tidur nyenyak warga Lempake di Sukorejo dan Gunung kapur terganggu kerena banjir yang menerjang...banjir kali ini sangatlah dahsyat di banding kemarin ...ketinggian hampir menggenangi separuh rumah....sekitar jam 4 dini hari banjir berlangsung surut...banjir ini banjir dahsyat pertama kali di tempat kami.....tambang batu bara yang ada sangat jelas sekali sebagai penyebab bencana ini.....sekitar jam 7 pagi mobil camat melewati daerah kami....tetapi seperti tutup mata bahwa tambanglah penyebab ini semua....
foto-foto ini diambil pada jam 7 pagi setelah banjir surut....dan sekolah sekolah diliburkan.............

Minggu, 21 Desember 2008

Tambang Perusak Wilayah Kami




Tambang batu bara inilah yang meluluh lantakkan pertanian disebagian wilayah Lempake...tanpa ada kelola lingkungan yang baik...menggunakan jalan umum sebagai sarana transport.....terletak di dusun Sukorejo Lempake aliran air langsung tumpah menuju Sungai Karang Mumus...dan setelah daerah kami banjir..pastilah berikutnya di kawasan pemuda dan Sempaja akan ikut banjir....sebagai kiriman dari banjirnya wilayah kami....

Wahai tuan pemilik tambang...takutlah kepada Tuhan...karena apa yang anda makan...apa yang istri anda makan...apa yang anak anda makan....merupakan makanan yang sebagian banyak orang menderita...anak-anak tidak lagi bisa sekolah karena banjir...para petani kehilangan nafkah karena lahannya rusak...para ibu menderita karena begitu lama banjir ini berlangsung....

Wahai Pemilik tambang...yakinlah ...Tuhan pasti akan meminta pertanggung jawaban...entah di dunia...ataupun di akherat...atau bisa kedua duanya.....

Rusaknya Sawah-Sawah Kami.........





Foto ini diambil pada tanggal 14 Desember 2008, merupakan sawah yang baru ditanam beberapa hari...
Dan pada tanggal 16 Desember 2008 ...Sawah itupun tenggelam.....

Sabtu, 20 Desember 2008

PERNYATAAN SIKAP TARUNA TANI SYIFA HERBAL LEMPAKE

Press Release
NO: 1/17/12/08
PERNYATAAN SIKAP TARUNA TANI SYIFA HERBAL LEMPAKE
HENTIKAN TAMBANG BATU BARA
DI LEMPAKE SAMARINDA KALIMANTAN TIMUR.

Taruna Tani Syifa Herbal adalah organisasi petani yang didirikan pada tahun 2007 di Sukorejo Lempake yang bertujuan untuk mensejahterakan petani yang ada di Lempake Kota Samarinda Kalimantan Timur.

Tetapi akhir-akhir ini kesejahteraan masyarakat petani Lempake terusik dengan datangnya pertambangan di Lempake. Pertambangan ini mengakibatkan dampak buruk yang sangat besar bagi masyarakat diantaranya banjir besar, hancurnya sawah dan lahan pertanian masyarakat, serta rusaknya jalan-jalan umum.
Sebelum ini Kelompok tani Sukodadi dan Kelompok tani Sukomakmur Gunung Kapur Lempake telah mengajukan surat kepada Bapedalda Kota Samarinda tertanggal 17 Nopember 2008 untuk penghentian kegiatan penambangan batu bara. Surat tersebut dilayangkan mengingat dampak penambangan batu bara di Lempake yang telah merusak dan mengancam puluhan hektar sawah dan lahan kering palawija dan sayuran.

Hingga kini belum ada respon surat tersebut bahkan penambangan batu bara semakin bertambah. Salah satunya yang terletak di Dusun Sukorejo Lempake yang dilakukan dan diatasnamakan oleh CV.KJB. Kegiatan eksploitasi batu bara memulai pekerjaannya semenjak tanggal 24 November 2008 bertepatan pada saat Banjir besar melanda Samarinda dan dalam pengangkutan batu baranya melalui jalan Umum Poros Lempake yang mengakibatkan jalanan rusak parah, padahal jalan poros Lempake merupakan akses utama untuk memasarkan hasil pertanian ke pasar Segiri. Dan pada tanggal 2 dan 16 Desember 2008 Dusun Sukorejo di landa banjir besar mengakibatkan puluhan hektar sawah yang telah ditanam terendam air dan pasir. Kesemuanya ini merugikan petani yang ada di Lempake sebagai lumbung padi dan penghasil sayur mayur utama kota Samarinda.

Oleh karena itu Taruna Tani Syifa Herbal menyatakan sikap bahwa:

1. Mengharapkan agar Kepala Dinas Pertambangan Kota Samarinda untuk segera mengevaluasi izin batu bara yang ada di Kelurahan Lempake.

2. Meminta kepada Kepala Kepolisian Kota Besar Samarinda dan Dinas perhubungan Kota Samarinda untuk menghentikan angkutan batubara yang melewati jalan Umum Poros Lempake , serta tidak memberikan izin bagi angkutan batu bara manapun untuk melewati Jalan Umum Poros Lempake.

3. Meminta kepada Dinas Pertanian Kota Samarinda untuk dapat memfasilitasi upaya ganti rugi kerusakan lahan pertanian maupun lahan perumahan di Lempake akibat pertambangan batu bara tersebut.

4. Mengharapkan agar pemerintah kota Samarinda tidak memberikan izin pertambangan batu bara yang baru di wilayah Lempake.

5. Meminta kepada Badan Pengelola Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kota Samarinda untuk menindak tegas perusahaan tambang yang tidak memiliki dan tidak melaksanakan Rencana Kelola Lingkungan yang disetujui Bapedalda Kota Samarinda.

6. Menghimbau kepada seluruh masyarakat Lempake untuk bersatu padu untuk menegakkan amar ma’ruf nahi Munkar serta meningkatkan partisipasi dan ketaatan terhadap hukum dan peraturan perundang-undangan.


Samarinda, 17 Desember 2008

Taruna Tani Syifa Herbal Lempake Samarinda

Banjir di Lempake Pada 2 Desember 2008

Pada Tanggal 2 Desember 2008 di Lempake terjadi Banjir Besar...padahal sebelumnya tidak pernah terjadi seperti ini...Banjir ini karena limpasan dari kuasa pertambangan yang didalamnya juga termasuk pembukaan lahan perumahan....Sawah-sawah serta lahan kering hancur...endapan pasir dimana-mana bahkan saluran-saluran air dan parit penuh dengan sumbatan pasir akibat pertambangan yang tidak ramah lingkungan...


Selasa, 09 September 2008

Produk Kami Herovit Jahe Merah Plus Pasak Bumi




Herovit Isi 225 gram Rp. 25.000,-
Herovit 150 Gram Rp. 15.000,-
Herovit bungkus isi 50 gram Rp.5000,-

Komposisi : Ekstract Jahe Merah, Ekstrak Pasak Bumi, Kapulaga, serai, kayu manis dan gula
Produksi Abihira Indonesia bekerjasama dengan Taruna Tani Syifa Herbal.

Khasiat : Menghangatkan tubuh, Membantu Meningkatkan efek kejantanan, meningkatkan air susu ibu, membantu menghilangkan masuk angin dll.

Cara pakai:
Seduh dengan air panas...dapat dicampur dengan susu atau kopi....

Kamis, 05 Juni 2008

Pelatihan Pengemasan

Pada tanggal 05 JUni 2008 tepatnya di dusun Sukorejo Lempake, Taruna Tani Syifa Herbal bersama dinas pertanian KOta Samarinda mengadakan pelatihan pengemasan...acara ini dihadiri anggota Taruna Tani serta pengusaha mikro setempat...harapan kami pada saat PON..Masyarakat di sekitar Taruna Tani Syifa Herbal dapat menunjukkan produk-produknya






Rabu, 23 April 2008

Lembaga keuangan Mikro itu bernama Kas Petani

Secara perlahan namun pasti sejumlah pinjaman dikembalikan ..dan sebagian lagi siap memanfaatkannya...Taruna tani syifa herbal telah membentuk unit kas petani yang dapat meminjamkan kepada sebagian petani tanpa bunga sepeserpun...darimanakah dana-dana ini berasal? dana-dana ini merupakan tabungan dari siapa saja menginginkan tabungan dunia dan akherat...tabungan dunia adalah tabungan mereka dalam bentuk uang itu akan tetap jumlahnya dan akan dikelola dibawah sumpah secara amanah dan hanya untuk dipinjamkan untuk petani mskin....tabungan akherat adalah dengan hanya meletakkan uangnya di Taruna Tani syifa herbal mereka dapat membantu petani yang memerlukan uangnya...tanpa harus mengeluarkan uang secara langsung telah bermuamalah bersama kaum miskin dalam kebaikan....
Mengapa harus Kas Petani? ...pernahkan anda membayangkan dalam kondisi yang tidak punya apa-apa anda memerlukan uang Rp. 35 ribu saja? kemanakan anda ingin meminjam? ke bank? hanya 35 eibu kok pinjam ke bank? pinjam koperasi? syaratnya macem-macem...pinjam ke tetangga? belum tentu mereka ada....
Kami hanya berikhtiar semoga seluruh Lempake bahkan Indonesia dapat memiliki kas-kas petani......semoga Allah AWT meridhainya....Amiin

Jumat, 11 April 2008

Tanaman Pelawan Kanker Dari Kunyit Putih hingga Benalu

JAKARTA – Tumbuh-tumbuhan di Indonesia terbukti mampu mencegah maupun mengobati kanker. Meski perlu penelitian dan pengembangan lebih lanjut, sejumlah tanaman seperti kunyit putih, tapak dara, daun dewa hingga benalu telah digunakan penderita kanker sebagai ikhtiar mengobati penyakitnya. Banyak yang berhasil sembuh sehingga pengobatan tradisional pun menjadi tumpuan harapan baru bagi para penderita kanker.

Kunyit putih diyakini memiliki khasiat antikanker. Meski demikian cuma kunyitputih jenis mangga (Curcuma mangga) yang tumbuh terbatas di tempat yang bersuhu dingin di Indonesia, yang dapat mencegah atau mengobati kanker. Kunyitputih ini mempunyai ciri tertentu, antara lain bintik umbinya seperti umbi jahe dan berwarna kuning muda (krem). Dalam keadaan segar baunya seperti buah mangga kweni dan bila telah diekstrak atau dijadikan bubuk, warnanya tetap kuning muda (krem).
Sementara tapak dara (Catharanthus roseus) telah teruji sebagai bahan pencegah dan penumpas sel kanker. Tanaman yang masih termasuk keluarga Apocynaceae atau kamboja-kambojaan ini mengandung dua senyawa golongan alkaloid vinka yakni vinkristin dan vinblastin yang berkhasiat menghambat perbanyakan dan penyebaran sel kanker.
Vinkristin digunakan sebagai bahan pengobatan kanker bronkial, tumor ganas pada ginjal, kanker payudara, dan berbagai jenis tumor ganas yang awalnya menyerang urat saraf maupun otot. Tanaman yang di Sumatera disebut rumput jalang itu juga mengandung alkaloid cabtharanthin yang diperkirakan dapat mendesak dan melarutkan inti sel kanker.
Sebagai obat kanker payudara, rebus 22 lembar daun tapak dara dan buah adas (Foeniculum vulgare) serta kulit kayu pulasari (Alyxia reinwardti) dengan tiga gelas air. Bubuhi gula merah secukupnya. Setelah mendidih sampai tinggal setengahnya, saring. Ramuan diminum tiga kali sehari masing-masing setengah gelas. Pengobatan dilakukan paling tidak selama sebulan.
Keladi tikus (Typhonium Flagelliforme/Rodent Tuber) juga telah diteliti sebagai tanaman obat yang dapat menghentikan dan mengobati berbagai penyakit kanker. Untuk menghambat pertumbuhan sel kanker, tiga batang keladi tikus lengkap dengan daunnya (kurang lebih 50 gram) direndam selama 30 menit, tumbuk halus dan peras. Air perasan ini disaring lalu diminum. Di Malaysia, sudah ada uji ilmiah khasiat keladi tikus. Bahkan ekstrak keladi tikus dalam bentuk pil dan teh bubuk yang dikombinasikan dengan tanaman lainnya dalam dosis tertentu, sudah dipasarkan di negeri jiran tersebut.
Air perasan temu lawak (Curcuma Zedoaria) juga mujarab sebagai obat kanker. Menurut Andrew Chevallier Mnimh, herbalis asal London, dalam temulawak terkandung curcumol dan curdione yang berkhasiat antikanker dan antitumor. Di Cina, temulawak telah lama digunakan sebagai obat kanker leher rahim. Tanaman ini bisa meningkatkan efek mematikan sel kanker ketika dilakukan radioterapi dan kemoterapi.
Mengkudu juga tengah populer sebagai tanaman obat-obatan yang manjur. Daging buah mengkudu atau pace (Morinda citrifolia L.) mengandung dammacanthel, zat antikanker yang mampu melawan pertumbuhan sel abnormal pada stadium prakanker dan dapat mencegah perkembangan sel kanker. Sari dari perasan dua atau tiga buah mengkudu dapat dibubuhi madu agar rasanya lebih nikmat. Sebaiknya pilihlah mengkudu yang tidak terlalu masak karena alkohol yang terbentuk akibat proses fermentasi pada mengkudu yang terlalu masak merusak zat-zat penting yang terkandung di dalamnya.
Daun dewa (Gynura divaricata) juga merupakan tanaman yang telah dikenal sebagai tanaman antikanker. Ramuan 30 gram daun dewa segar, 20 gram temu putih, 30 gram jombang yang direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu disaring dan diminum airnya dapat digunakan dalam pengobatan penyakit kanker. Dapat pula menggunakan bahan lain seperti 30 gram daun dewa segar, 30 gram tapak dara segar, 30 gram rumput mutiara, 30 gram rumput lidah ular direbus dengan 1.000 cc air hingga tersisa 500 cc. Airnya disaring lalu tambahkan madu secukupnya, aduk kemudian diminum selagi hangat.
Daun ceremai (Phyllanthus acidus) juga dapat dapat digunakan sebagai obat antikanker. Segenggam daun ceremai muda, sejumput daun belimbing, bidara upas sejari, gadung cina sejari dan gula aren direbus dengan tiga gelas air hingga tinggal segelas. Ramuan ini diminum tiga kali sehari masing-masing satu gelas.
Sementara senyawa dalam benalu telah lama diperkirakan bekerja sebagai penghambat keganasan kanker. Benalu yang direbus menjadi teh terbukti dapat dipakai sebagai obat penunjang selama menjalani kemoterapi (terapi dengan mengonsumsi obat antikanker).
Bagi Anda yang belum terkena kanker, tumisan brokoli, sawi, kembang kol, wortel, tomat dan daging ikan dengan bumbu sedikit garam dan bawang putih , mampu menjadi masakan yang kaya akan zat antikanker. Penelitian Universitas Harvard terhadap 48.000 orang pada tahun 1995 menunjukkan risiko terkena kanker prostat bagi mereka yang memakan 10 kali hidangan yang mengandung tomat pe r minggu turun sampai hampir separuhnya. (nat)sumber harapan 2008

Kamis, 06 Maret 2008

Serba Khasiat Jahe dan Lengkuas

Kalau di malam yang dingin kita minum segelas wedang jahe, ronde, bandrek, atau esteemje alias susu-telur-madu-jahe, sudah pasti badan terasa hangat. Khasiat ini memang paling populer yang dimiliki oleh jahe. Tetapi masih banyak khasiat jahe lainnya seperti untuk menyembuhkan batuk kering dan radang tenggorokan, serta sebagai tonikum.

Selain itu jahe juga menambah nafsu makan dengan merangsang selaput lendir perut besar dan usus. Bagi yang sering menderita mabuk, darat atau laut, jahe bermanfaat mencegah mabuk. Bahkan ada pakar yang menyatakan, tanaman ini bermanfaat pada kasus iritasi ginjal. Sebagai obat luar, parutan jahe juga bisa dipakai sebagai kompres untuk mengobati rematik dan sakit kepala.

Rimpang tanaman terna ini sudah umum dibudidayakan di daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Penggunaannya dalam pengobatan pun sudah dilakukan sejak zaman baheula. Kini, negara-negara Barat juga melakukan penelitian terhadap tanaman ini untuk digunakan dalam pengobatan. Di Denmark, tanaman ini diteliti untuk mendapatkan senyawa aktif yang bisa digunakan untuk mengatasi rematik, dan berhasil.

Namun, jahe sebenarnya lebih populer sebagai bahan makanan dan minuman. Di Jepang rebungnya dijadikan bahan sayur, acar, atau asinan. Hasil olahan itu sangat populer karena aroma dan citarasanya khas. Terhadap tubuh, makanan dari rebung jahe membantu menyehatkan badan, memperlancar air seni, dan memperbaiki sistem pencernaan.

Di Indonesia mungkin baru orang Manado yang memanfaatkan rebung sebagai salah satu pendamping nasi untuk lalapan didampingi sambal pedas. Cara memakannya selalu diikuti dengan meminum saguer (semacam tuak). Terkadang rebung jahe terlebih dahulu dimasukkan ke dalam saguer, dan supaya awet ke dalamnya diberi sedikit garam. Dengan lalapan macam ini, konon tenaga kita menjadi berlipat ganda.

Sementara rimpang jahe juga bisa diolah jadi manisan. Caranya, jahe yang sudah dibersihkan dimasak dalam air gula selama 2 – 3 jam. Setelah itu dipindahkan ke suatu tempat dan dibiarkan beberapa hari. Jahe dimasak kedua kalinya dalam larutan gula seperti ketika memasak pertama. Setelah ditiriskan dan dingin, manisan jahe ini siap dinikmati. Pada masa lampau, cara ini digunakan di Kanton, Cina, untuk keperluan ekspor. Di tempat lain tentu caranya berbeda, bahkan lebih rumit.

Dengan cara itu manisan jahe masih dirasakan terlalu pedas. Ada cara mengurangi kepedasannya seperti yang dilakukan di Jamaika, yaitu direndam dalam air mengalir selama 12 jam. Cara lain, jahe yang telah dibersihkan direndam dan ditusuk-tusuk dengan jarum dalam air asin selama 24 – 48 jam. Lalu direndam dalam air beras selama satu malam. Berikutnya direndam lagi dalam air bersih selama 5 – 10 hari dan setiap 12 jam airnya diganti. Hasilnya siap dijadikan bahan manisan.

Tanaman rimpang lainnya yang juga biasa dijadikan makanan adalah lengkuas (Alpinia galanga) putih. Bunga tanaman ini bisa dimakan mentah atau diawetkan dengan sayuran lain menjadi acar. Namun, pemanfaatannya cuma sebatas itu, pun tidak terlalu populer.

Rimpang lengkuas putih lebih populer sebagai salah satu bagian bumbu penyedap makanan. Lengkuas juga sering digunakan sebagai bagian bahan saos.

Sementara lengkuas merah lebih terkenal sebagai tanaman berkhasiat obat. Rimpang ini, yang dimasak dengan cuka encer, dapat dijadikan minuman untuk wanita yang baru melahirkan karena dapat mempercepat pembersihan rahim. Bila dicampur dengan bawang putih yang telah dilumatkan dengan perbandingan 4 – 5 : 1 dan dimasak dengan sedikit cuka, lengkuas bisa menjadi obat kurap dengan cara dioleskan pada kulit yang terserang kurap. Bahkan bila diremas-remas dengan cuka dan dioleskan seperti lulur, lengkuas mampu menyingkirkan bercak-bercak kulit dan tahi lalat. (Dari pelbagai sumber/Gde) (Intisari Online)