Selasa, 25 Desember 2007

Membuat Pupuk Cair Sabut Kelapa Ala Ali Mugni

Haji Ali Mugni (65) sadar lahan sawah yang terus-menerus ditanami akan kehilangan unsur hara. Pupuk bisa membantu menambah unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Sayangnya pupuk kimia, yang banyak digunakan terus-menerus, malah membuat tanah menjadi keras dan petani terus tergantung pupuk kimia. Ia mencoba terobosan baru yaitu membuat pupuk cair pengganti pupuk kimia KCl buatan pabrik. Hasilnya cukup memuaskan.

Berbekal pengetahuan yang didapat dari berbagai pelatihan, Mugni, petani dari Desa Laban, Kecamatan Pedes, Karawang, mencoba menanam padi tanpa tanpa pupuk kimia. Mugni membuat pupuk cair spesial menggunakan sabut kelapa sebagai ganti pupuk KCl. Di benak Beliau, pupuk cair dari sabut kelapa ini kalau berhasil bisa mengurangi biaya, mengembalikan kesuburan tanah, dan mengurangi ketergantungannya pada pupuk pabrik.

Berikut ini cara membuat pupuk cair sabut kelapa ala Ali Mugni:

Bahan dan alat

-Sabut kelapa sebanyak 25 kg

-Satu drum bekas atau bisa juga wadah serupa lainnya

-Air sebanyak 40 liter

Cara pembuatan

1. Sabut kelapa yang telah dibersihkan dimasukkan ke dalam drum bekas

2. Tuangkan air ke dalam drum hingga separuh terisi

3. Drum rendaman sabut kalapa harus ditutup rapat, agar tidak kemasukan air hujan atau sinar matahari langsung

4. Diamkan rendaman itu kurang lebih 15 hari

5. Jika air rendaman sudah berubah warna menjadi kuning kehitaman, berarti pupuk cair dari sabut kelapa sudah jadi dan siap digunakan

Aplikasi

1. Pupuk cair diberikan dua kali dalam satu musim tanam

2. Pertama sebagai pupuk dasar sebelum lahan ditanami atau pada fase pengolahan tanah

3. Kedua pupuk diberikan setelah padi memasuki masa primordia (awal tumbuh), dengan cara pupuk tanpa tambahan air disemprotkan pada batang padi.

Menurut Ali Mugni hasil panenan dari lahan yang menggunakan pupuk cair sabut kelapa sama dengan lahan yang menggunakan pupuk kimia KCl buatan pabrik. Keuntungan lahan menggunakan pupuk cair sabut kelapa, biaya produksi lebih sedikit karena tidak perlu keluar uang membeli pupuk KCl.

(Tulisan Harry Suryadi berSumber dari buku: “Angin di Hamparan Karawang,” oleh Ratam S, Solihin T, A Agus, Eno Mayono, dan Hery Prasetiyo, diterbitkan oleh Forum Petani Karawang dan Nastari)

4 komentar:

Anonim mengatakan...

Wah bgus infonya nich, kira2 pupuk cair sprti ini cocok ga buat tnaman klpa sawit gan..?

Tuan Onggar mengatakan...

Mohon infonya lebih lengkap,
Apakah serabut kelapanya diserut dulu menjadi serabut seperti membuat serabut untuk cuci piring atau cukup kulit luar kelapanya saja di proses bulat2.
Apakah tidak ada campuran lain untuk airnya?
Bisakah pupuk ini digunakan untuk tanaman lainnya, atau khusus utk padi saja?

Anonim mengatakan...

tolong di ulas juga masalah pengelolaan kas kelompok tani yang bebas riba, klo bs sedeail mungkin?!!..

Kabela mengatakan...

mantap infonya,